Tarik Ulur Jago PDI P

REOTAC.COM — SEBAGIAN warga Jawa Tengah semakin penasaran jago yang akan diusung PDI Perjuangan pada pemilihan Gubenur Jawa Tengah 2018 nanti.Seperti kita ketahui,Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pengumuman pasangan calon di Pilgub Jawa Tengah, akan dibarengi dengan lima daerah lainnya pada Minggu (7/1) mendatang.Penundaan pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur oleh DPP PDI Perjuangan dianggap oleh pengamat sebagai strategi politik untuk mengacaukan taktik lawan. Keputusan ini dinilai bukan hal yang mengejutkan.

Menurutnya, PDIP sudah memiliki pengalaman bahwa strategi ini terbukti berhasil mengubah peta politik di Jateng pada Pilgub 2013 lalu. Pengumuman di last minute, sangat efektif memengaruhi strategi lawan.

Dengan mengumumkan calon di last minute, PDIP sangat diuntungkan. Mengingat, PDIP di Jateng adalah paling siap menghadapi Pilgub 2018. Karena sudah memiliki inkamben, parpol pemenang, kandang banteng, pertaruhan Megawati dan Jokowi di pilpres 2019, Pileg 2019, sehingga Jateng sangat strategis.

Menanggapi hal ini, Hasto Kristiyanto beralasan PDIP sangat berhati-hati menentukan sikap untuk mengusung pasangan calon. “Karena kami di Jawa Tengah yang merupakan basis PDIP, kami betul-betul menjadikan daerah tersebut sebagai penopang dari kekuatan kepartaian,” jelas Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (4/1) kemarin.

Dirinya menampik adanya permasalahan koalisi yang hadir dalam proses pencalonan. Saat ini, justru kata dia, PDIP sedang merancang momentum sebagai bagian dari strategi komunikasi politik.

Sedangkan pengamat politik dari UIN Walisongo, Amin Farih mengatakan bila PDIP berkoalisi dengan partai berbasis religius peluangnya sangat besar. Karena, PDIP memiliki mesin partai yang bagus, sedangkan partai religius di Jateng sangat memiliki basis massa akar rumput yang juga kuat, maka gabungan dua partai ini sulit tertandingi.

Namun, dia juga mengingatkan bila melihat peta politik saat ini sudah ada sejumlah nama yang bisa dikatakan tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena terdapat tokoh sekelas Sudirman Said yang didukung Gerindra, PAN dan PKS, serta ada wacana dari Golkar dengan poros tengahnya akan mencalonkan Gatot Nurmantyo atau tokoh lainnya.
Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono mengaku Koalisi Poros Tengah juga sedang menyiapkan alternatif figur lain selain mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pasalnya, Gatot masih menjadi anggota TNI aktif dan baru pensiun dua bulan mendatang. Bila nantinya yang bersangkutan tidak bersedia, menurutnya masih banyak figur lain yang mampu menandingi wakil PDIP maupun Gerindra.
Perlu diketahui, Pilgub 2018 nanti berbeda dengan Pilgub sebelumnya. Munculnya tokoh-tokoh nasional yang turun ke Jateng, PDIP juga harus melihat sisi lain yang mana lawan politiknya sebenarnya cukup berat. Pertanyaannya, apakah PDIP akan kembali menggunakan tradisi lama ataukah membuka tradisi baru? Kita lihat saja nanti.Kita sebagai warga Jawa Tengah hanya berharap dalam Pilgub nanti berlangsung aman dan kondusif. Yang tak kalah penting bisa menelurkan pemimpin yang prorakyat dan memiliki program kerja nyata bagi Jawa Tengah ke depan, baik dari partai mana pun. Warga Jateng sangat berharap mendapatkan pemimpin yang amanah yang bisa membawa Jateng tetap rukun, kompak dan sejahtera. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*