TOKOH: Nicke Widyawati Dirut Pertamina Baru

initasik.com

REOTAC.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Perser) Nicke Widyawati secara resmi ditetapkan sebagai dirut baru definitif perusahaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN yang tertuang dalam Surat Keputusan dengan Nomor SK 232/MBU/08/2018 Tanggal 29 Agustus 2018.

Mengutip dari laman Setkab.go.id, surat penetapan pengangkatan Nicke sebagai Dirut Pertamina telah disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fahar Harry Sampurno, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (29/8) pagi.

Semasa ia menjabat sebagai Plt Dirut Pertamina, Nicke melakukan beberapa terobosan seperti mendorong penambahan produksi blok migas Rokan, dan melakukan eksplorasi 7.000 titik baru.

Inovasi yang dilaksanakan pada era Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas adalah keberadaan barcode pada Elpiji untuk mengawasi penyebaran gas melon. Selain itu, ada juga gas Elpiji 3 kilogram berwarna pink.

Akhirnya, Menteri BUMN Rini Soemarno resmi menunjuk Nicke sebagai Dirut Pertamina. Nicke berhasil mengalahkan dua nama lain yang juga disodorkan Rini ke Presiden Joko Widodo.

Merangkum dari berbagai sumber, nama Nicke mulai mencuat sejak 2013. Ketika itu, ia memenangkan Anugerah Perempuan Indonesia 2013 dari Kementerian BUMN, dan penghargaan Women’s Work of Female Grace 2013 Indonesia dari Indonesia Asia Institute.

Perempuan jebolan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, mengawali kariernya di dunia perbankan.

Pada 1988, ia mendapat tawaran kerja di Bank Duta cabang Bandung. Setelah menyelesaikan kuliah pada 1991, ia meninggalkan dunia perbankan dan beralih ke dunia konstruksi.

Nicke masuk ke PT Rekayasa Industri (Rekin) pada 1991. Di tempat baru, Nicke banyak bertugas di lapangan, salah satunya menggarap proyek Pupuk Sriwijaya 1B di Palembang, Sumatra Selatan.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra–perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan dan peralatan teknik.

Dari Mega Eltra, karier Nicke yang merupakan Master Hukum Bisnis dari Universitas Padjajaran berpindah ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di PLN, ia pernah berkarier sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN. Nicke merupakan perempuan pertama yang dipercaya menjadi direktur di PLN.

Nicke Widyawati menjabat sebagai Plt Dirut Pertamina sejak April 2018 menyusul pemberhentia Dirut sebelumnya Elia Massa Manik.

Lulusan Master Hukum Bisnis Universitas Padjajaran ini pernah menduduki sejumlah posisi seperti sebagai Direktur Pengadaan Strategis di PT PLN, dan merangkap tugas di Pertamina sebagai Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur.

Nicke Widyawati, Direktur Perencanaan Korporat PLN, dalam satu kesempatan menuturkan lika-liku jalan hidupnya hingga sampai di titik yang sekarang. Salah satu segmen yang ia ceritakan adalah cita-citanya ingin masuk Institut Teknologi Bandung (ITB).

Saat kecil, ia mengaku ingin menjadi insinyur. Menurutnya, itu pekerjaan keren. Saking inginnya, ia lantas menempel gambar kampus ITB di dinding kamarnya. Gambar itu dipandanginya setiap hari.

Dengan masuk ITB, ia berkeyakinan bisa jadi insinyur. Namun, ibunya keberatan.

“Tapi saya tetap ingin jadi insinyur. Jadi, sewaktu sekolah, saya berusaha bagaimana caranya agar mendapat nilai yang baik. Ibu inginnya saya jadi dokter. Saat pendaftaran masuk kuliah, saya hanya memilih ITB, bukan memilih saran ibu,” tutur alumnus SMAN 1 Tasikmalaya itu.

Lantaran merasa bersalah tidak mendengar pilihan ibunya, ia bertekad membiayai kuliah sendiri. Kuliah sambil cari uang. Mengajar dari rumah ke rumah. Hingga pada satu waktu ada tawaran bekerja di bank.

“Kalau kita mendapat kesempatan baik, ambil saja. Jangan ragu-ragu. Maka saya ambil kerja itu. Kerja sambil kuliah.  Kalau kita niat, itu bisa kita lakukan. Saya siang bekerja, malam belajar. Tidur hanya 3 sampai 4 jam sehari. Alhamdulillah bisa kuliah selesai tepat waktu,” ucapnya.

Ia berpesan, jangan pernah takut untuk mempunyai cita-cita yang tinggi. Jika ada kesempatan baik, ambil. Jangan pula suka membatasi diri. Apalagi berpikiran negatif duluan. “Percaya kita bisa, dan jangan berhenti berusaha,” tandasnya. (Berbagai Sumber/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*