Pembunuhan Keji SPG Bispak

REOTAC.COM — Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang wanita muda yang jasadnya dibakar dan dibuang di hutan jadi di Blora telah mengagetkan kita semua. Kok begitu sadis dan teganya pelaku melakukan hal keji tersebut.

Lebih mencengangkan lagi, terduga pelaku pernah juga melakukan hal serupa di tahun 2011 lalu.Tentu pengakuan ini memang harus digali dan dikaji lebih mendalam, jangan-jangan ada korban lainnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono pun gusar dan ingin anggota mengembangkan kembali kasusnya dan mengungkapnya. Apalagi menurut pengakuan terduga pelaku, korbannya dibunuh dengan cara yang sama yaitu dibakar dan korbannya juga seorang wanita muda.

“Kita tidak berhenti dari keterangan itu, kami akan periksa lagi dan kami interogasi lagi, kita buka buka lagi file-file lama. Mudah-mudahan memang terkait,” tegasnya.

Meski pengakuan motifnya adalah menguasai harta korban tapi ini sudah kelewat batas dan menurut polisi pelaku bisa disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana dengan hukuman paling berat pidana seumur hidup hingga hukuman mati.

Sebenarnya seperti apa sosok pelaku kok tega melakukan hal keji tersebut. Padahal dalam kesehariannya diadikenal sebagai orang yang baik oleh warga sekitar tempat tinggalnya di Tlogosari Wetan, Kota Semarang. Kenapa kok dirinya begitu tega melakukan perbuatan dosa besar tersebut?

Apalagi pelaku juga memiliki pekerjaan yang baik sebagai karyawan bahkan disebut-sebut sebagai manajer. Tentunya secara materi dan kebutuhan hidup lainnya bisa lebih baik dibandingkan individu yang belum memiliki pekerjaan tetap.Tentu, para psikolog yang bisa menjelaskannya.

Sebelumnya diberitakan misteri penemuan mayat wanita yang ditemukan hangus terbakar di hutan jati Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora 1 Agustus lalu terkuak.

Gadis yang jenazahnya sempat sulit diidentifikasi, diketahui adalah warga Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Kabupaten Semarang.

Tidak lebih dari 24 jam setelah identitas korban diketahui, tersangka langsung diringkus oleh anggota Satreskrim Polres Blora dengan dukungan Jatanras Polda Jateng

Kapolres Blora AKBP Saptono memaparkan dugaan awal korban dibunuh di sebuah kamar hotel di Semarang. Untuk menghilangkan jejak korban dibakar di hutan Jati di wilayah Blora. Luka bakar juga disebut hampir seratus persen hingga membuat jenazah sulit diidentifikasi.

Dengan izin Alloh, penyelidikan menemukan titik terang dari anting dan gigi kelinci korban. Dua barang bukti tersebut kemudian digunakan untuk mencari identitas korban. Dari hasil pencocokan laporan kehilangan di Polrestabes Semarang, keluarga korban mengenali anting dan foto gigi Ferin. Sehari setelahnya tes DNA untuk memastikan dan hasilnya memang cocok.

Semoga dengan tertangkapnya pelaku semuanya akan terang benderang, bagaimana dibunuh dan bagaimana cerita nya korban dan pelaku bisa keluar dari hotel hingga jenazahnya ditemukan di hutan jati di Kunduran Blora tanpa diketahui orang lain.

Kita tunggu saja hasil rekonstruksi dan semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan anggota keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran. Dan polisi bisa mengungkap kasusnya dan tidak ada lagi korban-korban seperti dialami wanita tersebut. Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*