id="theme-header" class="theme-header">

Kala Dul Ingin Satukan Maia Estiyanty dan Ahmad Dhani

PROFIL TOKOH

  • Nama lengkap : Maia Estianty
  • Profesi : Penyanyi
  • Tempat / Tgl Lahir: Surabaya, 27 Januari 1976
  • Karya / Prestasi :

    Pendatang Baru Terbaik Clear Top 10 Awards (2003)
    Double Platinum untuk Album Ratu Bersama (2004)
    Double Platinum untuk Album Ratu and Friends dari Majalah Rolling Stone Indonesia (2006)
    Platinum untuk Album No.1 (2006)
    Double Platinum untuk Album Maia and Friends (2008)

    Anak rektor ini berjuang mengejar mimpinya di dunia industri musik. Meski sempat ditentang keluarga, Maia Estianty tetap mengejar mimpinya ke Jakarta. Ia berhasil sebagai musikus dan penyanyi.

    Perempuan kelahiran Surabaya, 27 Januari 1976 ini adalah anak dari pasangan Harjono Sigit dan Kusthini. Ayahnya merupakan seorang rektor ITS  di Surabaya. Nuansa pendidikan sangat kuat dalam keluarga Maia Estianty. Mereka termasuk keluarga terpelajar.

    Sejak kecil Maia Estiantysudah sangat mencintai dunia musik. Ia mahir bermain alat musik keyboard. Setiap ada kegiatan pentas musik di sekolah, Maia Estianty selalu unjuk gigi menampilkan kemahirannya bermain alat musik ini.

    Tak saja enak didengar, penampilan Maia waktu itu juga enak dilihat. Saat usia 14 tahun, Maia sudah menjadi cover sebuah majalah remaja. Ia masuk cover girl Aneka Yess pada tahun 1990. Sementara kemahirannya bermain alat musik ini, ia diganjar sebagai The Best Keyboardist Se-Jawa Timur pada usia 17 tahun. Pada usia remaja tersebut, Maia juga mendapatkan penghargaan The Best Disc Jockey se-Jawa Bali.

    Semua prestasi itu ia raih saat Maia masih berseragam baju sekolah. Di sekolah ini pula ia bertemu dengan Ahmad Dhani, pendiri grup musik Dewa 19. Pertemuan dan hobi yang sama memadukan mereka dalam hubungan yang serius.

    Perjalanan hubungan mereka tidak terlalu mulus karena ayahnya kurang menyetujui. Namun, Maia tetap bersikeras akan cintanya. Ia pun, setelah lulus SMA,  berangkat ke Jakarta. Tepat usia 18 tahun, ia kuliah di Universitas Indonesia, sementara Dhani ke Jakarta untuk mencari label yang siap menaungi grup musiknya Dewa 19. Dua tahun kemudian, saat usia 20 tahun, Maia resmi menikah dengan Ahmad Dhani.

    Karier Maia pun dimulai. Seiring grup milik suaminya bersinar, Maia mencoba menekuni kembali mengejar mimpinya di dunia industri musik secara mandiri.  Pada 2003, Maia membentuk grup musik duo yang bernama Ratu bersama Pinkan Mambo.

    Album bertajuk Bersama menjadi debut awal mereka dengan single “Aku Baik-Baik Saja”, “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu”, dan “Jangan Bilang Siapa-Siapa”. Tapi sayang sekali, Pinkan Mambo hanya bertahan 2 tahun di Ratu. Pinkan pun akhirnya bersolo karier.

    Maia belum menyerah untuk berkarya, ia kembali mengadakan audisi untuk personil baru Ratu hingga akhirnya terpilihlah Wulansari asal Garut yang kemudian memiliki nama panggung Mulan Kwok untuk berduet dengannya. Formasi baru Ratu pun resmi manggung pada tahun 2005.

    Bersama Mulan, Ratu berhasil meraih puncak kejayaannya setelah merilis album Ratu & Friends dengan single “Teman Tapi Mesra” dan “Di Dadaku Ada Kamu”. Album ini sukses terjual 400 ribu kopi.

    Duo Ratu kembali merilis album dengan judul No. Satu dengan lagu andalan “Lelaki Buaya Darat” dan “Dear Diary”. Pada Minggu pertama setelah rilis, album ini sukses terjual 500 ribu kopi.  Popularitas Maia dan Mulan pun bergema di dunia taris suara. Kesuksesan ini membawah berkah Maia dengan mendapatkan kontrak iklan, sinetron, dan program variaty show tv.

    Namun, lagi-lagi perjalan Duo Ratu menghadapi hantaman. Pada awal 2007, Mulan memutuskan hengkang karena managemen kurang transparan pembagian royalti. Maia pun mengultimatum Mulan tidak boleh menggunakan nama Mulan Kwok dan Mulan harus membayar rolyalti jika menyanyikan lagu-lagu ciptaan Maia.

    Pada waktu hampir bersamaan, kehidupan rumah tangga Maia Estianty mengalami badai. Setelah sempat menegang, pada September 2008, Maia dan Dhani resmi berpisah. Maia kembali sibuk dengan karier musiknya, sementara Dhani akhirnya menikah dengan Mulan secara diam-diam.

    Setelah kepergian Mulan dan Dhani, Maia putar otak.  Karena tidak diperbolehkan menggunakan nama grup Ratu, Maia  kembali mengadakan audisi untuk menjadi partner bermusiknya. Mei Chan terpilih untuk berkarya bersamanya. Mereka kemudian dikenal dengan sebutan Duo Maia.

    Tahun 2008, Duo Maia pun menggebrak belantika music tanah air lewat album ?Maia & Friends? dengan lagu unggulan ?”E.G.P”? dan ?”Ingat Kamu”. Berkat ini, mereka berdua pun dikontrak oleh provider XL dan tawaran manggung pun silih berganti menghampiri.

    Pada tahun yang sama juga, Maia mendapat tantangan menulis lagu untuk Dirly dan beberapa finalis Indonesia Idol lainnya yang akan digunakan sebagai theme song iklan Honda.

    Selang setahun, Duo Maia kembali meciptakan album ?Sang Juara? dengan single “Pengkhianat Cinta”, “Serpihan Sesal”, dan “Sang Juara”yang didedikasikan bagi para olahragawan Indonesia. Lagu ini juga dinobatkan sebagai lagu wajib oleh Menteri Pemuda & Olahraga Indonesia, Adyhaksa Dault untuk pertandingan dan turnamen olah raga di Indonesia mengantikan lagu “We Are The Champion” karya Queen.

    Selain sibuk di dunia musik dan iklan, Maia juga sempat menjajal dunia olah peran. Ia  bermain dalam film Lantai 13 (2007), Oh My God (2008), Kata Maaf Terakhir (2009), dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015).

    Di tengah kevakuman Duo Maia, pada tahun 2015, Maia menggebrak dengan merilis dan memprodusuri album baru bersama artis-artis sinetron dengan nama Maia Pasto With The Stars. Dalam album ini ada 11 lagu.

    Sementara di grup Duo Maia, Maia Estianty akan mengakhirnya. Karier Maia bersama Mei Chan terbilang terlama, hampir 9 tahun, dibandiing pasangan duet sebelumnya.  Duo Maia resmi dinonaktifkan awal tahun 2017. Mei Chan meninggalkan Indonesia dan bertolak ke Australia untuk tinggal bersama sang suami.

    KELUARGA
    Orang Tua      : Harjono Sigit dan Kusthini
    Suami              : Ahmad Dhani (cerai)
    Anak                : Ahmad Ghazali
    Ahmad Jalaludin Rumi
    Ahmad Abdul Qodir Jaelani

    PENDIDIKAN
    SDK John Gabriel
    SMPN 1 Surabaya
    SMAN 2 Surabaya
    Fakultas Sastra Belanda, Universitas Indonesia (1994)
    Fakultas Komunikasi, Universitas Indonesia (1995)

    KARIER
    DISKOGRAFI

    RATU
    Bersama (2003)
    Ratu & Friends (2005)
    No. Satu (2006)

    DUO MAIA
    Maia & Friends (2008)
    Sang Juara (2009)
    The Masterpiece of Rinto Harahap (2010) – album kompilasi Artis Sony Music Entertainment Indonesia
    Rindu Kamu (2012)
    Mahakarya Anak Bangsa (2012)
    Berdua (2014)
    Maia Pasto With The Stars (2015)

    SINGLE SOLO
    Rindu Kamu (2012)
    Karena Dia (2013)

    FILMOGRAFI
    Lantai 13 (2007)
    Oh My God (2008)
    Kata Maaf Terakhir (2009)
    Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

    ACARA TELEVISI
    Extravaganza (2006 – 2007)
    OB (2007)
    Happy Sahur (2009)

    IKLAN
    Honda BeAT (2008)
    Permen Tolak Angin bersama Duo Maia (2010-2011)
    Ale-Ale bersama Duo Maia (2008-2011)
    Dove (2009)
    Toyota Kijang Innova bersama Chelsea Rezky (2010)
    Nutrafor White Beauty (2012-2013)
    TVC Telkom Speedy bersama Al, El, Dul, dan Ahmad Dhani (2012-2013)
    ColaMill bersama Al dan Judika (2013-sekarang)
    Asiafone SF933 bersama Duo Maia l(2013-sekarang)
    So Klin Higinis Putih
    KOBE: Bumbu Nasi Goreng

    PENGHARGAAN
    Cover Girl Aneka Yess! (1990) umur 14 tahun
    Juara I Putri Matahari Surabaya
    The Best Keyboardist Se-Jawa Timur (1993)  (umur 17 tahun)
    The Best Disc Jockey se-Jawa Bali (1993)

    Sumber: Viva.Co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*