id="theme-header" class="theme-header">

Anak Berzina Salah Siapa?

REOTAC.COM — DALAM beberapa pekan terakhir ini kita dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang dilakukan siswa SMP dan Siswa SMK di Pringapus Kabupaten Semarang. Videonya sempat beredar diantara siswa dan pelajar melalui media sosial WhatsApps.
Belum reda dari ingatan, muncul perilaku siswi SD yang baru berumur 8 tahun kecanduan seks setelah sering melihat video porno sejak usia tiga tahun.Meski korban saat itu berada di lokalisasi, lalu akankah dianggap sebuah kewajaran?
Sebenarnya apa yang salah dalam pembelajaran mental, khususnya pendidikan agama sebagai benteng agar akhlak dan perilaku anak-anak kita mampu melawan godaan zaman yang luar biasa ini. Apalagi ‘Tantangan’ ini tidak mungkin bisa dihindari karena sudah eranya.
Di mana dengan mudahnya akses jaringan internet dan alat yang dimiliki anak-anak yang dijuluki zaman now ini. Belum lagi, warnet yang dibuka 24 jam bagi anak-anak sehingga bebas mengakses apa yang dia mau dan sukai. Apakah Anda sebagai orangtua tidak was-was dengan kondisi ini?
Seringkali, kita jumpai di jalanan atau tempat umum, anak-anak SMA, SMP bahkan SD sudah berani bermasyuk ria tanpa ada rasa malu dan canggung lagi. Meski prihatin melihatnya, lalu apa yang bisa kita perbuat, Lah wong, orangtuanya saja cuek bebek, dalam tanda petik merestui apa yang mereka lakukan.
Padahal sebagai orangtuanya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Mereka akan ikut menanggung beban dosa bila anak-anaknya sampai melakukan perbuata dosa apalagi berzina. Perangkap setan yang paling berbahaya untuk menyesatkan manusia adalah perbuatan zina yaitu hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan tanpa dilandasi pernikahan yang sah.
Semakin ke sini, sebagian orang menganggap zina bukan lagi perbuatan yang tabu tapi seolah sudah dianggap lazim dan lumrah dalam masyarakat. Padahal dalam Islam, zina merupakan salah satu perbuatan maksiat yang keji, dosa besar, pelanggaran berat yang sulit dilaksanakan tobatnya terutama di negara seperti Indonesia ini.
Penasihat mengingatkan ada enam macam siksaan bagi orang zina, tiga di dunia tiga di akhirat. Yaitu di dunia adalah hilangnya kewibawaan, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran dan diakhirat adalah murka Allah, jeleknya hisaban dan siksa neraka. Ingatlah setan atau iblis sejak awal penciptaan dunia telah bertekad dan bersumpah di hadapan Allah untuk mengajak dan menyeret manusia ke neraka.
Maka iblis menggoda dan menyesatkan manusia dengan menghiasi kelakuan jelek kelihatan baik, perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat nampak menyenangkan dan nikmat, tindakan-tindakan jahat dan keji dianggap wajar dan biasa. Iblis membuat hati manusia ragu-ragu terhadap akhirat. Iblis mengaburkan perkara agama sehingga tidak bisa dibedakan antara benar dan salah. Iblis juga membujuk manusia untuk senang urusan dunia dan perbuatan maksiat serta melemahkan manusia untuk berbuat kebaikan.
Apakah anak-anak Anda sejak dini tidak diarahkan untuk mencari ilmu agama secara benar di masjid atau tempat ibadah lainnya, bukan diserahkan kepada ‘Mbah Google’, yang ilmunya kebanyakan katanya-katanya atau pendapat seseorang. Kenapa tidak langsung saja belajar mengaji mulai Al Fatihah hingga An Naas, baik bacaan, makna dan keterangannya serta asbabul nuzulnya. Dilengkapi hadis-hadis seperti Al Bukhori, Nassai, Sunan At-Tirmidzi, Muslim, Sunan Abu Daud,Sunan Ibnu Majjah dan Kutubusittah lainnya.Mampukah? Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*