">

TERLELAP DI KORAN RETUR

TERLELAP DI KORAN RETUR

REDAKSI GIMANA MAU TAHU SELERA PEMBACANYA KALAU TIDAK PERNAH KE LAPANGAN. Cobalah turun ke lapangan bersama SIRKULASI untuk bertemu Agen dan Pembaca untuk menjaring bahan EVALUASI.

Itulah kata-kata Mbah Man di warung kopi yang biasa kami nongkrong. Tapi, menurutnya yang paling menyakitkan saat dirinya terjun di dunia jurnalistik dulu adalah saat adalah melihat tumpukan Koran Retur!

Alasan Mbah Man, sudah berkorban waktu dan tenaga seharian mencari  sumber berita dan Narasumber seharian ternyata korannya tidak dibaca orang.

“Kata Guru Jurnalistik kami dulu, Fase kehidupan koran itu hanya sehari bahkan beberapa jam saja, setelah jadi sampah, jadi bungkus bawang, bungkus kacang dan sebangsanya,” ujarnya.

Tentu beda dengan  Wartawan Zaman NOW sudah ada internet, sosial media yang serba mudah di dapatkan.

Meski kesulitannya sangat beda tapi hampir sama susahnya, tapi bila wartawan, redaktur hingga pemimpin redaksi atau sekarang jadi news manager atau apalah bila tidak pernah nengok gudang atau melihat koran retur, pastilah mengalir saja menjalankan rutinitas mencari dan menulis serta memproduksi berita.

Menurut pengamatan Mbah Man di warung kopi, kelemahan Pemimpin Redaksi, Manajer di Lingkungan Redaksi Zaman Now adalah tidak pernah turun untuk menyapa dan NGUPI-NGUPI bersama agen koran bahkan pengecer.

“Meski pembaca sudah beralih ke online tapi nyawa jurnalistik masih kebanyakan di cetak,” ujarnya lagi.

Kalau diperlukan undang secara random pembaca yang suka nyinyir dan kritis, semacam FGD untuk mencaci, mengolok-ngolok atau mengkritik produk, kinerja kita. BERANI?????

Ciri-ciri Pimpinan Nggak Maju adalah salah satunya alergi kritik atau masukan dari ORANG LAIN

Benarkah? Anda Tahu Apa tentang Bisnis Media Mbah Man! Mbah Man!

Salam BELGEDES Kata Mbah Man!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*