PROFIL I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Dirut Garuda Indonesia Baru

REOTAC.COM,  JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengangkat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang lebih dikenal Ari Askhara menjadi direktur utama.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),  Rabu (12/9/2018), Pria yang lahir 13 Oktober 1971 ini menggantikan Pahala N. Mansyuri.

Dari jejak rekamnya, Ari memang bolak-balik mengisi jajaran direksi BUMN.

Ari menduduki kursi Pelindo III pada Mei 2017. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Direktur Keuangan operator pelabuhan ini pada 2014, tetapi hanya untuk tujuh bulan hingga akhir tahun tersebut.

Selama periode di antaranya, Ari tetap berada di jajaran BUMN. Selepas dari Pelindo III sebagai direktur keuangan, dia menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia sampai 2016.

Setelah itu, dia menduduki posisi Direktur HR dan Pengembangan sistem di PT Wijaya Karya (Persero) (Tbk), sebelum kembali lagi menjadi pimpinan di Pelindo III.

Sebelumnya, Ari menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan pendidikan Pascasarjana (S2) Administrasi Bisnis Jurusan International Finance di Universitas Indonesia.

Alumnus Fakultas Ekonomi (Sekarang Fakultas Ekonomika dan Bisnis -red) Universitas Gadjah Mada dikenal sebagai seorang profesional yang memiliki segudang pengalaman di berbagai perusahan nasional hingga multinasional.

Tercatat saat ini, Ari sedang menjabat sebagai Bussiness Development and Human Capital Director di salah satu perusahaan di bidang konstruksi ternama di negeri ini, PT. Wijaya Karya (WIKA) (Persero) Tbk.

Namun, pria yang bernama nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini menilai, kesuksesan menapaki karir menjadi seorang profesional tidak hanya berdasarkan jurusan yang diambilnya semasa kuliah. Melainkan dari personal branding yang dibangunnya selama berada di lingkungan pekerjaan.

Berkarir menjadi profesional, menurutnya  harus memiliki integritas. Karena integritas adalah modal utama dalam dalam membangun trust (kepercayaan) di dalam lingkungan kerja.

“Integritas merupakan sebuah komitmen terhadap kejujuran, kerja keras, dan keseriusan dalam mewujudkan perubahan lebih baik dalam bekerja. Integritas bukan lagi dimaknai sebagai value, melainkan sebuah keharusan yang dimiliki setiap individu,” ujarnya.

Hal tersebut ia ungkapkan saat didaulat menjadi pembicara pada Pembekalan Wisuda Program Pasca Sarjana UGM beberapa waktu lalu.

Melihat perjalanan kariernya, Ari memulai memasuki dunia perbankan setelahmenyelesaikan studinya dari UGM di tahun 1994. Saat itu ia bergabung bersama Bank Ekspor Impor Indonesia (Eksim) yang kini telah berganti nama menjadi Bank Mandiri. Selama 11 tahun berkarir hingga tahun 2005, ia pernah menduduki posisi sebagai AVP atau Assistant Vice President di perusahaan perbankan milik negara tersebut.

Di tahun 2005-2014, ia memutuskan untuk berkarir di perusahaan multinasional. Diantaranya bergabung dengan Deutsche Bank (Vice President), Barclays Investment Bank (Director), PetroSand Indonesia (Finance Director) dan ANZ Bank (Head of Natural Resources Indonesia). Sebelum di WIKA dan Bank Mandiri, Ari juga sempat berkiprah di perusahaan miliki negara lainnya sepertiGaruda Indonesia dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 3 Surabaya.

Salah satu kunci dalam mencapai kesuksesan dalam berkarier di dunia kerja menurutnya adalah keberanian untuk dapat tampil berbeda. Lulusan perguruan tinggi akan dipandang memiliki kemampuan akademik dan pengalaman yang lebih di banding lainnya. Hal tersebut akan menuntutnya untuk menjadi motor penggerak perubahan di dalam lingkungan.

“Menjadi lulusan perguruan tinggi, apalagi dari Universitas Gadjah Mada, harus termotivasi untuk dapat merubah lingkungan sekitarnya. Harus juga menjadi kreatif menjadi motor penggerak perubahan. Karena tanpa perubahan yang diciptakan, ilmu dan pengalaman yang didapatkan tidak akan bernilai apapun,” pesannya kepada alumni UGM.

Berdasarkan hasil RUPSLB yang diperoleh Kontan.co.id, berikut susunan Direksi Garuda Indonesia terbaru:

Direktur Utama: I Gustri Ngurah Askhara Danadiputra

Direktur Niaga: Pikri Ilham Kurniansyah

Direktur Kargo & Pengembangan Usaha: Muhammad Iqbal

Direktur Operasional: Bambang Adisurya Angkasa

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Fuad Rizal

Direktur Human Capital: Heri Akhyar

Direktur Teknik: I Wayan Susena

Sumber: kontan.co.id/detikfinance/UGM.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*