PROFIL: Ilona Marita Lorenz, Cinta, Fidel Castro dan Agen CIA

REOTAC.COM — Ilona Marita Lorenz adalah seorang wanita Amerika kelahiran Jerman yang dikabarkan memilki hubungan afairs dengan Fidel Castro.
Pada tahun 1959 dan pada Januari 1960 terlibat dalam upaya pembunuhan oleh CIA pada kehidupan Castro. Pada 1970-an dan 1980-an, dia juga bersaksi tentang pembunuhan John F Kennedy.

Kita tahu bahwa Amerika Serikat (AS) begitu getol untuk menggulingkan kekuasaan Fidel Castro si pemimpin Kuba pada era 1960an.

Salah satu usaha memalukan AS melalui CIA nya yang berujung kegagalan ialah insiden Invasi Teluk Babi di Kuba April 1961.

Tak patah arang, CIA kemudian merancang serangkaian usaha percobaan pembunuhan kepada Castro.

Dari meracuni makanan, cerutu hingga menaburi sepatu Castro dengan bubuk perontok jenggotnya.

Sudah ratusan kali CIA melakukan usaha-usaha pembunuhan tersebut.

Tapi selalu berujung dengan kegagalan.

Tentu usaha pembunuhan Castro yang fenomenal adalah pelibatan perempuan dalam rencana operasi CIA.

CIA tahu jika kelemahan mendasar semua lelaki adalah perempuan.

Maka CIA merancang sekali lagi operasi pembunuhan tingkat tinggi kepada Castro dengan melibatkan seorang perempuan bernama Marita Lorenz.

Marita Lorenz sendiri lahir di Bremen, Jerman tahun 1939.

Ia dan keluarganya kemudian pindah ke Manhattan, Amerika Serikat tahun 1944 pada usia lima tahun.

Sesampainya di AS, ia dan keluarganya menjalani pemeriksaan ketat dari OSS (cikal bakal CIA) karena mereka berasal dari Jerman yang notabene merupakan musuh AS dalam babakan Perang Dunia II.

Setelah menjalani pemeriksaan, ibunya, Alice malah mendapat pekerjaan di OSS gedung Pentagon.

Sedangkan ayahnya ialah kapten kapal pesiar yang selalu hilir mudik ke negara-negara Amerika Latin, termasuk Kuba.

Marita sendiri sering ikut ayahnya ketika bekerja sebagai kapten kapal, sehingga ia tahu seluk beluk kehidupan masyarakat Amerika Latin.

Hingga suatu saat tahun 1959, Marita bertemu Castro di pelabuhan Havana. Saling tatap, mereka berdua kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama.

Bahkan ketika Marita pulang ke AS, Castro rela mengirimkan jet pribadinya ke sana demi belahan hatinya tersebut jika sewaktu-waktu ingin ke Kuba. Dua sejoli itu kemudian menjalani kisah cintanya terlalu kebabablasan hingga Marita hamil.

Namun Castro tidak mau mengakui bahwa anak di dalam kandungan Marita adalah darah dagingnya. Malahan Castro menyuruh bawahannya untuk membius Marita dan mengaborsi bayinya.

Marita syok karena Castro tidak mengakui bayi dalam kandungannya dan malah mengugurkannya.

Ia kemudian marah dan balik kucing ke Manhattan.

Agen CIA, Frank Sturgis yang mengetahui kegiatan cinta Marita dan Castro dari ibunya kemudian memanfaatkan rasa sakit hatinya untuk mengeliminasi Castro.

Jadilah Marita direkrut CIA menjadi mata-mata, tugasnya ialah menghabisi Castro.

Setelah menjalani pelatihan singkat sebagai agen mata-mata di Miami, Marita kembali ke Havana pada tahun 1960 untuk menjalankan misinya berkedok ingin menyelesaikan urusan pribadi dengan Castro.

Marita dan Castro akhirnya kembali bertemu di sebuah kamar Hotel Havana Hilton sebelum penguasa Kuba itu berpidato ke khalayak umum.

Kini hanya tinggal mereka berdua di dalam kamar dan Marita mengeluarkan pistol dari balik bajunya untuk menembak Castro.

Castro kaget bukan kepalang ketika Marita bercerita dirinya sekarang merupakan agen CIA yang bakal menjadi algojo untuk membunuh dirinya.

Pistol sudah diarahkan kepada Castro, tinggal tarik pelatuk maka bersuka citalah CIA dan AS atas kematian si penguasa Kuba.

Tapi rupanya rasa cinta Marita kepada Castro masih kuat.

Ia tak mampu membunuh Castro dan keduanya malah berhubungan intim saat itu.

Profil Marita Lorenz

Ilona Marita Lorenz (lahir 18 Agustus 1939) adalah seorang wanita Amerika kelahiran Jerman yang berselingkuh dengan Fidel Castro pada tahun 1959 dan pada Januari 1960 terlibat dalam upaya pembunuhan oleh CIA pada kehidupan Castro.

Pada 1970-an dan 1980-an, dia bersaksi tentang pembunuhan John F. Kennedy, yang menyatakan bahwa dia terlibat dengan sekelompok militan anti-Kuba, Frank Sturgis dari CIA, dan E. Howard Hunt dari CIA dan Watergate kejam sesaat sebelum pembunuhan .

Masa muda

Dia dilahirkan Ilona Marita Lorenz di Bremen, putri Alice June (née Lofland) dan Heinrich Lorenz. Dia memiliki saudara perempuan, Valerie, dan dua saudara laki-laki, Joachim dan Manfred “Philip”.

Ayahnya adalah seorang kapten kapal dagang maritim Jerman; dan ibunya, yang lahir di Delaware, adalah seorang aktris dan penari yang tampil di bawah nama panggung June Paget.

Ibunya dituduh membantu pekerja paksa di Bremen melarikan diri, dan Marita dan ibunya dipenjara di kamp konsentrasi Bergen-Belsen.

Terbebas setelah perang, ia menghabiskan beberapa waktu bepergian dengan ayahnya di kapal penumpangnya.

Castro dan Pérez Jiménez

Pada Februari 1959, beberapa minggu setelah berakhirnya Revolusi Kuba, Lorenz tiba di Havana bersama ayahnya di MS Berlin. Fidel Castro dan anak buahnya mengunjungi kapal dan Máximo Líder menyukai gadis berusia sembilan belas tahun itu.

Setelah makan malam, Berlin berlayar ke New York. Marita turun di Manhattan, di mana dia akan tinggal bersama kakaknya Joachim, seorang mahasiswa di Universitas Columbia.

Beberapa hari setelah dia tiba, Castro menelepon Marita – dia memberinya nomor rumah Joachim di kotak korek api sebelum berpisah – dan mengatakan dia mengirim pesawat untuk menerbangkannya kembali ke Kuba.

Sebuah jip membawa Marita di ujung yang lain dan mengantarnya ke Havana Hilton, yang telah diubah oleh Castro sebagai basis operasinya.

Dia tinggal bersama Castro selama beberapa bulan dan menjadi hamil. Ketika Marita menemukan dia hamil, ada sedikit keraguan siapa ayahnya.

Pada Oktober 1959, pada tujuh bulan berikutnya, Marita mengatakan dia diberi segelas susu yang dibius dan pingsan. Ketika dia bangun di kantor dokter setempat, bayi itu tidak bisa ditemukan.

Berbagai cerita telah dilontarkan selama bertahun-tahun tentang apa yang terjadi selanjutnya, tetapi tidak ada yang dikonfirmasi secara pasti: Entah janin digugurkan, Marita mengalami keguguran, atau dia melahirkan bayi laki-laki yang sehat bernama Andre.

Dia meninggalkan pulau dan bergabung dengan aktivis anti-Castro di Florida. Kesaksian kemudian bernama Francisco Fiorini sebagai agen CIA yang merekrutnya untuk membunuh Castro, dan bahwa ini adalah alias untuk Frank Fiorini Sturgis.

Dia menerima pil racun yang dia masukkan ke dalam makanan Castro. Kembali di Kuba pada tahun 1960, dia tidak memberikan pil tetapi memberi tahu Castro tentang rencana itu, mengklaim bahwa dia masih mencintainya.

Dia meninggalkan pulau itu dan mengunjungi Castro untuk terakhir kalinya pada tahun 1981.

Menurut Lorenz, pada Maret 1961 ia bertemu dengan mantan diktator Venezuela Marcos Pérez Jiménez, yang diperkenalkan kepadanya sebagai “Jenderal Diaz”, di sebuah tempat tinggal di Miami Beach, Florida ketika bekerja sebagai kurir untuk Brigade Anti-Komunis Internasional.

Dia mengatakan dia akan mengumpulkan kontribusi $ 200.000 dari Pérez Jiménez untuk kelompoknya.

Lorenz berkata: “Dia mengejarku selama enam minggu.”

Lorenz mengklaim bahwa Castro dan Pérez Jiménez masing-masing memiliki seorang anak dengannya.

Pada bulan Agustus 1963, gugatan ayah yang diajukan Lorenz terhadap Pérez Jiménez secara singkat menahan ekstradisinya ke Venezuela.

Tuduhan konspirasi JFK

Pada tahun 1977, Lorenz mengatakan kepada Paul Meskil dari New York Daily News bahwa ia bertemu Oswald pada musim gugur 1963 di sebuah rumah aman Operasi 40 di bagian Little Havana di Miami.

Menurut Lorenz, dia bertemu dengannya lagi sebelum pembunuhan Kennedy pada tahun 1963 di rumah Orlando Bosch, dengan Frank Sturgis, Pedro Luis Díaz Lanz, dan dua orang Kuba lainnya yang hadir.

Dia mengatakan orang-orang mempelajari peta jalan Dallas dan dia menduga bahwa mereka berencana menyerbu gudang senjata.

Lorenz menyatakan bahwa dia bergabung dengan orang-orang yang bepergian ke Dallas dengan dua mobil dan membawa “senapan dan ruang lingkup”, tetapi terbang kembali ke Miami sehari setelah mereka tiba.

Menanggapi tuduhannya, Sturgis mengatakan dia tidak ingat pernah bertemu Oswald dan mengulangi penolakan sebelumnya karena terlibat dalam konspirasi untuk membunuh Kennedy.

Dalam sebuah wawancara dengan Steve Dunleavy dari New York Post, dia mengatakan bahwa dia percaya agen komunis telah menekan Lorenz untuk membuat tuduhan terhadapnya.

Lorenz memberi kesaksian tentang rencana pembunuhan Kennedy ini sebelum Komite Pilih Rumah tentang Pembunuhan (HSCA). Kesaksiannya diselidiki oleh komite politik dan dikatakan tidak dapat dipercaya.

Tulisan Asli di Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*