">

RENUNGAN : Sabar dan Jagalah Diri Kalian

Candra Aditya W, S.Kom

 

عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيِّ قَالَ أَتَيْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ فَقُلْتُ لَهُ كَيْفَ تَصْنَعُ بِهَذِهِ الْآيَةِ قَالَ أَيَّةُ آيَةٍ قُلْتُ قَوْلُهُ تَعَالَى { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ } قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَزَادَنِي غَيْرُ عُتْبَةَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنَّا أَوْ مِنْهُمْ قَالَ بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُم * رواه الترمذي (حَسَنٌ غَرِيبٌ)

‌Artinya : Dari Abu Umaiyah Asy Sya’bani, ia berkata Aku menemui Abu Tsa’labah Al Khusyani lalu aku berkata padanya

“Apa yang kamu perbuat dengan ayat ini?”

ia bertanya “Ayat yang mana?”

Aku menjelaskan Firman Allah yang Maha Luhur “Hai orang-orang yang beriman, jagalah kalian, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu ketika kalian telah mendapat petunjuk” QS Al Ma`idah: 105,

Abu Tsa’labah berkata; “Ingatlah, demi Allah, kamu bertanya dengan orang yang tahu, aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW,

Lalu beliau menjawab “Bahkan (akan tetapi), perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran hingga kamu melihat kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, kehidupan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya, maka engkau menetapilah (berpegangan) terhadap dirimu (mata hatimu) secara kusus dan tinggalkan orang-orang awam, karena dibelakang kalian akan ada suatu masa dimana kesabaran saat itu laksana memegang bara api, orang yang beramal saat itu sama seperti pahala limapuluh orang yang melakukan seperti amalan kalian.

“Abdullah bin Al Mubarak berkata selain ‘Utbah menambahiku Dikatakan “Wahai Rasulullah, pahala limapuluh orang dari kami atau dari mereka?”

Beliau menjawab “Bahkan pahala limapuluh orang dari kalian.”

Fawa’id yg terdapat dalam hadits di atas adalah :

1. Allah memberikan petunjuk (hidayah) pd orang yang ia kehendaki, dan menyesatkan pada orang ia ia kehendaki.

2. Orang yang sesat tidak akan bisa memberikan mudhorot pada orang yang telah mendapatkan petunjuk (hidayah).

3. Perintah untuk amar ma’ruf, nahi mungkar.

4. Senantiasa selalu dalam kesabaran karna akan ada masa dimana kekikiran yang akan ditaati, hawa nafsu yang akan diikuti, kehidupan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya sendiri.

5. Kesabaran saat itu laksana bak memegang bara api. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*